Selasa, 23 Agustus 2011

SBY, Balonku, dan Ahmadinejad

Bayangkan waktu berikutnya Anda bergabung dengan diskusi tentang
. Ketika Anda mulai berbagi fakta
menarik di bawah ini, teman-teman Anda akan benar-benar takjub.
CIANJUR, KOMPAS.com - Siapa yang tak kenal dengan lagu "Balonku" karya pencipta lagu anak-anak kenamaan AT Mahmud?

Rasanya, sebagian besar anak dan "mantan" anak Indonesia mengenalnya. Lagu yang bercerita tentang meletusnya satu balon berwarna hijau itu selalu diajarkan dari generasi ke generasi. Entah siapa yang memulainya, lagu legendaris itu menjadi lagu wajib anak-anak pra taman kanak-kanak atau taman kanak kanak.

Secuil kisah tentang lagu "Balonku" terjadi dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan anak-anak peserta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Teratai, Desa Haurwangi, Cianjur, Selasa (23/8/2011). Kepala Negara mengunjungi Cianjur dalam rangkaian Safari Ramadhan 2011.

Di PAUD Teratai Presiden mengajak anak-anak menyanyi bersama dan bertanya lagu apa yang mereka kenal, tentu saja jawabannya adalah "Balonku".

"Anak-anak ayo yang ingin menyanyi bersama-sama," ajak Presiden Yudhoyono yang juga dikenal sebagai pencipta lagu menyapa murid-murid PAUD yang duduk rapi berjajar di lantai berkarpet.

Anak-anak kecil yang duduk menghadap tiga meja panjang pendek menatap para tamunya yang memenuhi ruangan kelas mungil mereka. Ruangan itu  meriah penuh dengan hiasan dinding dari kertas dan lukisan karya mereka.

Jika Anda tidak memiliki detail yang akurat tentang
, maka Anda mungkin membuat pilihan yang buruk pada subjek. Jangan biarkan hal itu terjadi: terus membaca.

Tidak ada yang menjawab ajakan Presiden, semua terkesima melihat riuh rendah tamu termasuk sejumlah kamera televisi yang mengabadikan peristiwa itu.

Akhirnya Presiden bertanya kembali,"Mau menyanyi lagu apa?"Karena murid-muridnya hanya saling pandang, sang guru pembimbing akhirnya mengajak mereka menyanyi lagu "Balonku". Menurut sang guru, semua bocah balita di PAUD Teratai hafal lagu tersebut.

Jadilah siang itu, berteman terik sinar matahari yang menghajar pepohonan di halaman sekolah, Presiden dan Ibu Ani melantunkan bait demi bait lagu "Balonku" bersama murid-murid PAUD Teratai. Dan, tentunya tanpa lupa bertepuk tangan keras ketika sang balon hijau meletus.

Setelah menyanyi, Presiden mendoakan para siswa agar menjadi anak yang soleh dan berhasil mencapai cita-citanya. Ajakan Presiden untuk menyanyi itu muncul setelah kedatangan Presiden disambut oleh seorang anak yang menyanyikan lagu "Hari Merdeka".

Seusai mendengarkan bocah tersebut menyanyikan lagu nasional dengan suara cadelnya yang lantang, Presiden Yudhoyono bertanya siapa nama anak tersebut. "Dian Ahmadinejad," jawab bocah itu yang memancing senyum dari seluruh rombongan yang hadir.

"Wah seperti nama Presiden Iran ya,"kata Presiden sambil tersenyum.

Di hari kedua Safari Ramadhan, Presiden Yudhoyono dan Ibu Ani menyempatkan diri berkunjung ke Kompleks Kantor Desa Haurwangi. Selain bertatap muka dengan para pejabat dan perangkat desa, Kepala Negara dan Ibu Ani juga menyapa anak-anak usia tiga hingga lima tahun yang menjadi peserta PAUD Teratai. Ruang kelas PAUD Teratai terletak di bagian belakang kompleks kantor Desa Haurwangi.

 

Ada banyak mengerti tentang
. Kami dapat menyediakan Anda dengan beberapa fakta di atas, tetapi masih ada banyak lagi untuk menulis tentang dalam artikel berikutnya.

Tidak ada komentar: